Rabu, 09 November 2011

Syair Tanpo Wathon by Gus Dur ( Bahasa Indonesia )

Syair Gus Dur Dalam Bahasa Indonesia — Pada posting yang akan datang saya tampilkan Syair Gus dur yang berjudul Tanpo Waton dalam bahasa Jawa. Pada posting ini saya bermaksud menyuguhkan syair tersebut dalam bentuk teks bahasa Indonesia


Syair Gus Dur Dalam Bahasa Indonesia

Dan Syair Gus Dur Dalam Bahasa Indonesia itu adalah :

Terjemahan Syair Gus Dur

ku memulai menembangkan (menyanyikan) sya’ir
Dengan memuji kepada Tuhan
Yang memberi rahmat dan kenikmatan
Siang dan malam tanpa perhitungan

Wahai para sahabat pria dan wanita
jangan hanya belajar syari’at saja
Hanya pandai mendongeng (bicara),menulis dan membaca
Akhirnya hanya akan sengsara

Banyak yang hafal al-Qur’an dan hadistnya
Suka mengkafirkan orang lain
Kekafirannya sendiri tidak diperhatikan
Kalau masih kotor hati dan akalnya

Mudah tertipu nafsu Angkara
Dalam Hiasan gemerlapnya dunia
Iri dan dengki kekayaan tetangga
Maka hatinya gelap dan nista

Mari saudara jangan melupakan
Kewajiban mengaji (belajar) lengkap dengan aturannya
Untuk menebalkan iman tauhidnya
Bagusnya bekal mulia matinya

Yang disebut orang shaleh itu bagus hatinya
Karena sempurna seri keilmuannya
Melakukan thariqat dan ma’rifatnya
Juga hakekat meresap rasanya

Al-qur’an qodhim wahyu yang mulia
Tanpa ditulis bisa dibaca
Itu wejangan (pesan) guru yang waskita
Ditancapkan ke dalam dada

tergantung (tertempel) di hati dan pikiran
Merasuk ke dalam badan dan tubuh
Mu’jizat rasul ( Al-qur’an ) jadi pedoman
Sebagai jalan masuknya iman

Kepada Allah yang Maha suci
Harus berpelukan (mendekatkan diri) siang dan malam
Diusahakan dan dilatih
Dzikir dan suluk jangan sampai dilupakan

Hidupnya tentram dan merasa aman
Itulah perasaan tanda beriman
Sabar menerima meskipun (hidup) pas-pasan
Semua sudah ditakdirkan dari Tuhan

Terhadap teman , saudara dan tetangga
Rukunlah jangan bertengkar
Itu sunnah Rasul yang mulia
Nabi Muhammad suri tauladan kita

Mari jalani semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
Meskipun rendah secara lahiriah
Namun mulia kedudukan derajatnya disisi Allah

Ketika ajal telah datang di Akhir
Tidak tersesat roh dan sukma(raga)nya
Disanjung Allah surga tempatnya
Utuh (lengkap) jasadnya juga kain kafannya
sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar